Friday, January 19, 2007

Pilih Kaya Atau Bahagia?

Kaya, apa sih kriteria orang kaya itu? Apakah orang kaya adalah orang yang memiliki rumah mewah, mobil mewah dan sering berjalan-jalan ke luar negeri? Ataukah justru orang yang kaya adalah orang yang hanya memiliki rumah kontrakan, ke mana-mana naik kendaraan umum bersama istri atau suami dan anak-anaknya, serta kalau pun berlibur itu hanya bisa ke mal terdekat?


Banyak orang yang sering mempertanyakan istilah 'kaya' ini, sehingga banyak terjadi kelirumologi (pinjam istilahnya Jaya Suprana) bahwa lebih baik tidak punya banyak uang tapi hidup bahagia.


Kalau boleh memilih, Anda ingin memilih yang mana? Yang pertama atau yang kedua. Saya mengenal beberapa rekan yang suaminya sangat kaya, punya rumah bernilai Miliaran, tetapi sangat pelit dengan kehidupan mereka sendiri, sehingga meski dengan uang sendiri mereka bisa hidup lumayan enak karena rumah itu dikontrakkan, mereka memilih tinggal di rumah yang sangat bobrok. Istri tidak diberikan uang jajan dan uang belanja hanya diberikan kalau pergi berbelanja bersama. Yang lebih parah lagi, uang kuliah anaknya harus disisihkan dari sedikit demi sedikit 'mencuri' stok barang yang dijual di toko kelontongnya tanpa sepengetahuan suami dan anak-anaknya. Buset, betapa 'kaya' orang tersebut.


Sebaliknya, saya juga mengenal orang-orang yang termasuk tipe kedua, yang tidak memiliki apa pun juga selain rumah kontrakan, ke mana-mana naik kendaraan umum dengan istri dan anaknya, tidak pernah mencicipi jalan-jalan ke luar negeri bahkan ke Dunia Fantasi Ancol sekalipun. Apakah mereka hidup bahagia? Yang saya tahu adalah kebanyakan dari mereka tidak hidup bahagia, meskipun mereka selalu mengaku bahwa menjadi kaya itu tidak berarti bahagia, uang tidak bisa untuk membeli segala-galanya. Saat ada sedikit uang hasil THR langsung dibelanjakan tanpa memikirkan untuk menyisihkan uang darurat dan tidak mau mencari penghasilan tambahan dengan dalih 'bersyukur' dengan apa yang sudah diraih. "Tuhan sudah memberikan seperti itu, untuk apa lagi mesti memaksakan diri mencari lebih", dalih mereka.


Tapi saat anak atau istrinya sakit, mereka sibuk mencari pinjaman ke mana-mana dan selalu mengeluh bahwa Tuhan tidak adil, kok sudah tahu tidak punya banyak uang tapi masih diberikan cobaan juga? Memang salah satu penyebab utama kegagalan berumah tangga ada di persoalan UUD (ujung-ujungnya duit).


Kalau saya memilih tentu saya akan kombinasikan keduanya. Saya akan memilih untuk menjadi tipe yang pertama dimana saya bisa memiliki rumah mewah, mobil mewah, sering jalan-jalan ke luar negeri bersama keluarga saya, hidup sehat dan bahagia. Tetapi tidak tergantung pada semua benda kepemilikan itu, jadi saat mobil rusak misalkan saya bisa dengan mudah naik kendaraan umum sampai mobil itu selesai diperbaiki, tetap hidup bahagia meski terkadang terjadi masalah. Tetapi saat anak sakit tidak perlu mencari pinjaman ke mana-mana sambil memelas, bisa memenuhi semua kebutuhan hidup tanpa harus bekerja terlalu keras serta memiliki uang yang bisa disisihkan untuk beramal. Yah, kalau bisa dari penghasilan tiap tahun bisa disisihkan 10% pertahun untuk beramal, kenapa tidak?


Uang memang bukan segala-galanya, tetapi untuk bisa melakukan minimal sesuatu, itu butuh uang. Jangan terikat dengan uang, tetapi sebaliknya jangan takut untuk punya uang !


Tipe mana yang Anda pilih? Andalah yang memutuskan!

Wednesday, January 17, 2007

Is it me, whom u meet in Heaven?

2 Hari terakhir ini, saya membaca sebuah buku yang membuat saya banyak berpikir dan bertanya dalam hati. Apakah yang akan terjadi setelah saya meninggal nanti? Siapakah yang akan saya temui dan siapa yang akan menanti saya di alam baka nanti? Siapa lima orang yang akan menunjukkan kepada saya, apa yang sudah saya lakukan di dunia ini dan apakah saya sudah menggenapi itu semua?


Buku itu berjudul 'The Five People You Meet In Heaven' karangan Mitch Albom. Itu bukan suatu buku agama atau mengenai kepercayaan tertentu, hanya sebuah cerita refleksi bahwa, apa pun status kita, tingkat ekonomi kita atau apa pun juga kondisi kita, sejelek apa pun kita , mungin kita sering kali merasa tidak berharga, kita ditunjukkan bahwa, hidup kita mempengaruhi orang lain entah kita sadari atau tidak.


Kita seringkali merasa diperlakukan oleh orang secara tidak adil, mungkin juga kita bingung kenapa kita dijauhi orang atau dibenci oleh orang lain, atau juga kita bahkan tidak merasa bahwa kita ada kaitannya dengan kehidupan seseorang, tapi tanpa kita sadari kita telah mempengaruhi kehidupan mereka.


Sebuah kunci yang tertinggal dan terjatuh di sebuah selokanpun bisa membuat dan mengubah hidup seseorang. Dengan selemabar uang seribu rupiah pun kita bisa membuat perubahan dalam kehidupan seseorang, saat kita marah-marah, mungkin juga sedang bergembira, kita juga bisa mempengaruhi kehidupan seseorang bahkan tanpa kita sadari.


Jika memang begitu keadaannya, sekarang.....bagaimanakah sikap kita? apakah kita sudah menyentuh kehidupan orang lain secara baik hari ini? Mari mulai saat ini, kita selalu menyadari bahwa apapun yang terjadi, itu sudah digariskan oleh Yang Di Atas kepada kita untuk terjadi, dan jalanilah dengan penuh syukur tapi juga berusaha untuk bisa menyentuh kehidupan lebih banyak orang lagi.


Selamat menjalani kehidupan. Who knows that i am one of the five people you meet in heaven. See you.

Rahasia pertama untuk menjadi KAYA!

Ini adalah edisi kedua dari serial Wealthy di blog ini, semoga bermanfaat!
Setiap kali banyak orang bertanya kepada saya dan juga mencari tahu lewat buku, seminar maupun pelatihan audio video lainnya mengenai apa yang dibutuhkan untuk bisa berhasil, kaya, sukses dan bahagia. Banyak orang yang mencari semua itu ke berbagai tempat, melakukan berbagai jenis pekerjaan, mencari berbagai investasi dan sebagainya. Padahal rahasianya tidak terletak jauh-jauh dari diri kita sendiri, bahkan boleh dikatakan rahasianya berada di diri kita sendiri.

Mengutip kata-kata Bryan Tracy, baik dari buku maupun seminarnya, ternyata rahasia sukses, kaya dan bahagia itu adalah........(rahasia, hehehe). Tidak kok, saya hanya bercanda. Rahasia pertama untuk bisa merasakan hidup sukses, kaya dan bahagia adalah MEMPUNYAI KEINGINAN (MEMUTUSKAN) untuk hidup sukses, kaya dan bahagia!!! Mengapa menurut sebuah survey yang dilakukan oleh University of Southern California, dikatakan bahwa dari 100 orang yang berusia 65 tahun, ternyata hanya 1 orang yang kaya raya, 4 orang bisa bebas secara keuangan sedangkan yang sisanya 95 sudah meninggal dunia, harus bekerja keras seumur hidupnya bahkan tergantung pada keluarganya?
Sebuah rahasia yang sangat simple sangat sederhana, tetapi mengapa 95 yang lain tidak pernah meraih itu semua, sebab tidak semua orang punya keinginan untuk berhasil hidup sukses, kaya dan bahagia! Jika kita tidak punya keinginan untuk mendapatkan semua itu, maka kita tidak akan pernah mendapatkannya. Sebagian dari anda mungkin membantah hal itu dengan mengatakan hal seperti ini. Jika kita tanyakan kepada orang-orang yang kita temui di jalan, "Apakah Anda punya keinginan untuk hidup sukses, kaya dan bahagia?" Saya yakin dari 1000 orang yang kita tanya, akan ada 999 yang menjawab mau, sedangkan hanya satu orang yang menjawab tidak ingin itu semua (karena setelah kita cek orang tersebut, ternyata orang tersebut tidak waras, hehehehe).
Banyak orang yang berkeinginan untuk bisa meraih sukses, kaya dan bahagia tetapi pada akhirnya hidupnya biasa-biasa saja, bahkan cenderung kekurangan. Mengapa itu bisa terjadi? Karena dengan memiliki keinginan dan harapan untuk sukses, kaya dan bahagia saja tidak menjamin kita untuk benar-benar mencapai itu semua pada akhirnya. Lalu apa yang membedakan antara 2 orang yang sama-sama punya keinginan untuk sukses, kaya dan bahagia berakhir pada kondisi yang berbeda?
Sangat sederhana juga jawabannya(pokoknya selama penulisan ini saya akan selalu mengulang kata-kata ini sampai anda semua merasa kesal dan bosan dengan kata sederhana, sebab tahu kan singkatan dari KISS? --> Keep It Simple, Sweetheart...hehheh). Itu karena seorang yang tidak mencapai apa yang harusnya dia capai karena dia tidak memiliki KEJELASAN mengenai apa yang dia ingin capai. Dia hanya bermimpi menjadi kaya, hanya berharap tanpa punya kejelasan. Jadi kalau ditanya, seberapa sukses yang kamu ingin capai? Seberapa kaya yang ingin kamu dapatkan? Seberapa bahagia yang anda ingin capai. Mereka hanya bisa menjawab dengan satu yaitu....saya ingin sesukses-suksesnya, saya ingin sekaya-kayanya, saya ingin sebahagia mungkin. Coba kita perhatikan, ternyata tidak ada kejelasan mengenai seberapa detil yang ingin mereka dapatkan!
Kalau kita tidak pernah mengetahui secara jelas apa yang kita inginkan dalam hidup ini, bagaimana cara kita untuk bisa mendapatkan itu semua? Tidak akan bisa bukan? Seperti halnya kalau saya tidak pernah tahu mobil itu seperti apa, tidak mengetahui bagaimana bentuk, kegunaan pokoknya saya tidak tahu mengenai mobil itu sedikit pun. Saat saya melihat mobil, apakah saya bisa tahu bahwa itu adalah mobil? Tidak bukan? Jika saya tidak tahu bahwa itu mobil, apakah saya bisa punya keinginan atau usaha untuk mendapatkan sesuatu yang bahkan tidak saya ketahui dan tidak saya inginkan? Jawabannya JELAS...TIDAK BISA!
Seorang yang lainnya akhirnya berhasil meraih itu semua karena dia punya KEJELASAN seperti apa yang dia inginkan. Dia akan menjawab, saya ingin menjadi Pemegang saham di perusahaan tempat saya bekerja 10 tahun dari sekarang. Saya sudah akan mendapatkan kekayaan sebesar 15 Milyar di rekening saya diluar semua asset tidak bergerak lainnya dalam waktu 10 tahun lagil. Saya akan pensiun di usia 35-40 tahun dan menikmati traveling keliling dunia bersama dengan keluarga saya. Karena semuanya begitu detil, itu membuat dia akhirnya bisa mencapai semua tujuannya. Pertanyaan lain yang muncul setelah ini adalah, Bud...ada banyak orang yang telah melakukan itu semua tapi ternyata juga mereka tidak berhasil. Apa ada yang lainnya?
Yes,.....ternyata ada hal lainnya, apa itu? Itu akan kita lanjutkan ke postingan berikutnya dari serial money and finance ini. Sampai saat itu tiba...saya hanya bisa menganjurkan kepada anda untuk mempunyai keinginan meraih itu semua, miliki tujuan yang jelas dan milikilah alasan sebanyak-banyaknya untuk mencapai keinginan menjadi sukses, kaya dan bahagia. Sebab hanya dengan cara seperti itulah anda bisa meraih itu semuanya. Menjadi sukses, kaya dan bahagia......miliki sebanyak mungkin alasannya.

Artikel ini masih secara kasarnya, jadi mohon maaf bila ada yang tidak berkenan.Seperti biasa, tolong berikan comment anda di blog ini atau lewat sms : 0818 932638.
Terima kasih, Tuhan berkati........dan Sukses untuk Anda!
Do your Best......and let God do the Rest!
Leonardus Budi Suryanto.

Menjadi Kaya.....Why Not?

Hai...selamat bertemu dalam edisi pertama dari blog yang membahas soal keuangan pribadi kita. Ini adalah pertama kalinya saya membuat khusus tentang keuangan, mudah-mudahan bisa membantu anda semuanya.

Alasan saya membuat dan mem-post edisi money and finance ini karena salah satu topik kesayangan saya dalam berbicara adalah mengenai uang dan teman-temannya. Sejak kecil saya bercita-cita untuk menjadi orang yang kaya, tepatnya sejak saya masih SD. Mungkin lucu yah, masih SD kok sudah berpikir untuk kaya. Hal ini muncul karena saya punya teman baik yang orang tuanya kaya. Saya menikmati kehidupan dia, karena setiap kali pulang sekolah kami bermain bersama dan juga saya sering pergi ke rumahnya. Ada berbagai mainan serta bermacam-macam buku dan majalah. Saya juga sangat ingin kaya karena sejak SD saya hanya mendapatkan uang jajan yang pas-pasan. Saya hanya mendapatkan uang yang cukup untuk makan atau minum, jadi harus memilih salah satunya.
Salah satu makanan yang menjadi favorit adalah mie instan kering yang bernama 'MAMIE' tahu kan, mie remas yang renyah itu? Nah, karena saya tidak bisa sering mendapatkan uang untuk membeli itu, otomatis saya sering meminta ke teman-teman saya. Tetapi lama kelamaan, saya juga timbul perasaan tidak enak, apalagi kemudian muncul 'tindakan' sadis dari teman-teman saya supaya tidak bisa diambil mienya. Mereka meludahi mienya terlebih dulu, sehingga saya tidak bisa memintanya. Terdengar jijik? Tetapi itulah yang terjadi, saya tidak pernah menyalahkan mereka karena mereka juga masih kecil saat itu.Saya bertekad saya harus menjadi orang kaya, supaya minimal anak-anak saya tidak akan mengalami hal itu. MInimal mereka memiliki kecukupan dalam segi keuangan. Itulah alasan paling mendasar mengapa saya begitu tertarik dengan masalah keuangan.
Selama ini saya berpikir kalau saya ingin kaya, maka saya harus menjadi seseorang yang dibayar mahal untuk pekerjaannya, seperti dokter atau pengacara (impian saya diantara ribuan impian saya lainnya), tetapi sekarang ini saya menyadari bahwa kita bisa memiliki keuangan yang cukup bahkan lebih (dalam arti kata bebas secara finansial, selalu punya dana meskipun ada masalah keuangan yang terjadi dalam hidup kita) tanpa harus menjadi seseorang yang sangat ahli.
Saya masih ragu untuk meneruskan serial blog ini, karena itu saya akan menunggu comment dari anda semuanya (para penggemarku, hehehe) untuk mengetahui apakah saya harus berbagi rahasia para orang sukses dan kaya bukan hanya sekedar finansial tapi juga, kaya akan waktu, teman dan persahabatan, yang telah kupelajari sejak tahun 2001 lewat berbagai buku, seminar dan juga pelatihan lewat audio. Mulai dari buku 'The Richest Man In Babylon', 'Berpikir dan Menjadi Kaya', 'Serial Rich Dad', 'dan semua buku mengenai perencanaan keuangan, cara praktis untuk kaya dan keluar dari utang dan buku-buku sebangsanya.
Jika dirasa hal itu cukup penting untuk dibuat postingannya, maka saya akan mengusahakannya....tetapi jika tidak, maka tidak akan saya lanjutkan postingan mengenai money and finance ini.
Untuk commentnya, boleh dikirimkan langsung lewat ini atau anda semua mau sms ke no saya 0818 932638. Jangan lupa tuliskan nama dan kota asal anda ya...

Terima kasih untuk semua kerja samanya.
Remember to do your Best and let God do the Rest!
Leonardus Budi Suryanto